Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 6 November 2017

Ulasan Pasar 6 November 2017

Amerika: Sesuai ekspektasi, The Fed menahan suku bunga acuan di level 1.00%-1.25%, kenaikan untuk ketiga kalinya diperkirakan akan terjadi di bulan Desember.

Donald Trump memilih Jerome Powell sebagai kandidat pengganti Janet Yellen. Hal ini dianggap positif oleh pasar, karena Jerome Powell menganut paham dovish (kenaikan suku bunga akan dilakukan secara perlahan).

Data ketenagakerjaan seperti data pengangguran dan nonfarm payroll akan dirilis hari ini.

China: Kunjungan Donald Trump ke Asia diharapkan dapat memperat kerjasama antara Asia dengan Amerika Serikat, terutama dapat mengurangi ketegangan yang terjadi di Korea Utara. 

Indonesia: Pertumbuhan PDB di kuartal III tumbuh sebesar 5,06%YoY vs 5,01%YoY di kuartal II.

Lembaga Penjaminan Simpanan menurunkan tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam mata uang Rupiah di bank umum dan bank perkreditan rakyat sebesar 25 basis poin.

Gambar Weekly 6 November 2017

Baca juga:

Market View:

IHSG ditutup menguat 1,08%WoW ke level 6.040 yang merupakan posisi tertinggi sepanjang sejarah. Salah satu faktor yang mungkin menjadi pendorong IHSG yaitu dengan membaiknya kinerja keuangan emiten Q3. Asing masih melakukan penjualan bersih sebesar USD 351,7 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 1,7 miliar). Berdasarkan sektor, pada minggu lalu sektor keuangan menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 2,4% WoW. Disisi lain, sektor perdagangan menjadi sektor yang paling dalam mengalami penurunan sebesar  1,5% WoW.

Yield benchmark SUN 10 tahun (FR0059) ditutup turun ke level 6,61%. Untuk INDON 10 tahun (INDON 27), yield bergerak turun ke level 3,58% dan yield US Treasury 10 tahun turun 2,33% (dibandingkan dengan posisi per 27 October 2017 yaitu 3,61% dan 2,40%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 93bps. Rupiah ditutup menguat 0,89%WoW pada level 13.498.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 01 november 2017 tercatat sebesar IDR 795,7 Triliun atau sebesar 38,3% dari total outstanding-nya, turun dibandingkan posisi per tanggal  27 Oktober 2017 yaitu sebesar IDR 805,1 Triliun (38,8% dari total outstanding-nya).

Walaupun PDB Q3 (5,06%YoY) berada di bawah estimasi konsensus (5,19%YoY), pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan secara QoQ. Kami berharap PDB di Q4 akan lebih baik lagi seiring dengan membaiknya ekonomi global maupun domestik, investasi yang meningkat dan daya beli masyarakat yang membaik.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 6.040 6,61  3,58 2,33  13.498

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,58  0,01  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

06 Nopember 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER