Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 7 Agustus 2017

Ulasan Pasar 7 Agustus 2017

Amerika: Data ketenagakerjaan Nonfarm payroll naik 209.000 (di atas ekspektasi konsensus di 180.000) dan tingkat pengangguran turun ke 4,3% (4.4% di bulan sebelumnya). Di samping itu, di bulan Juli juga terjadi peningkatan upah per jam sebesar 2,5%YoY (di atas ekspektasi konsensus sebesar 2,4%YoY).

Asia: Meskipun perekonomian China diproyeksikan melemah, survei yang fokus untuk mengukur kinerja perusahaan kecil dan menengah yaitu Caixin China Manufacturing PMI, naik ke 51,1 vs 50,4 di bulan Juni.

Indonesia: Pertumbuhan ekonomi di kuartal II tumbuh 5,01%YoY vs estimasi konsensus di 5,08%YoY. Salah satu faktor PDB yang tumbuh di bawah estimasi yaitu penurunan pengeluaran pemerintah.

Bank Indonesia mengakui adanya kelesuan pada konsumsi masyarakat saat ini yang disebabkan oleh kenaikan tarif listrik (berdampak kepada masyarakat kelas menengah bawah) dan masyarakat kelas menengah atas menahan konsumsi dan mengalihkan ke simpanan.

Tanggal 11 Agustus akan dirilis data current account deficit.

Baca juga:

Market View:

Pasar modal dan uang bergerak mixed pada pekan lalu. IHSG ditutup turun 0,9%WoW ke level 5.777 didorong oleh penurunan di hampir semua sektor. Sektor yang masih mencatatkan kenaikan yaitu sektor infrastruktur (+1,8%WoW) dan konstruksi (+0,6%WoW). Asing masih melakukan penjualan bersih sebesar USD 32,4 juta (YTD: USD 448,4 juta).

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 10 tahun (FR0059) ditutup flat di level 6,87%. Untuk INDON 10 tahun (INDON 27), yield bergerak turun ke level 3,62% dan yield US Treasury 10 tahun flat di level 2,26% (dibandingkan dengan posisi per 28 Juli 2017 yaitu 3,71% dan 2,28%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun flat di level 110bps. Rupiah ditutup menguat  0,98%WoW pada level 13.316/USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 03 Agustus 2017 tercatat sebesar IDR 778,6 Triliun atau sebesar 39,4% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  28 Juli 2017 yaitu sebesar IDR 774,4 Triliun (39,3% dari total outstanding-nya).

PDB Q2 yang dibawah ekspektasi memberikan peluang untuk Buy on Weakness. Siasatilah penurunan NAB dengan melakukan Dollar Cost Averaging untuk mendapatkan hasil investasi yang optimal.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.777 6,88  3,63 2,26  13.316

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,88  0,22  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

07 Agustus 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER