Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 8 Juni 2015

Ulasan Pasar 8 Juni 2015

Dari dalam negeri, data foreign reserve tercatat sebesar USD 110.77 milyar, menurun dibandingkan bulan sebelumnya USD 110.87 milyar. Sementara itu, data consumer confidence index bulan Mei meningkat ke level 112.8 dari 107.4 di bulan sebelumnya.

market watch 08 Juni 2015

Data perekonomian AS pada minggu lalu cenderung mixed. Data Non Farm Payroll tercatat membaik ke level 280.000, melebihi konsensus 226.000. Tingkat pengangguran meningkat ke level 5.5%, di atas konsensus 5.4%. Data PMI manufacturing versi Markit di bulan April tercatat 54, melebihi konsensus 53.8. Data factory orders bulan April tercatat menurun -0.4%mom, di bawah konsensus -0.1%.

Data laju inflasi bulan April zona Eropa meningkat ke level 0.3%yoy dari bulan sebelumnya 0%yoy. Tingkat pengangguran juga menurun ke level 11.1%, di bawah consensus 11.2%. Yunani menyatakan tidak akan membayar cicilan hutangnya sebesar EUR 300juta di tanggal 5 Juni dan memutuskan untuk membayar seluruh cicilan hutangnya sebesar EUR 1.5 miliar di akhir bulan Juni. Dari wilayah Asia, pertumbuhan ekonomi Jepang 1Q15 tercatat 3.9%qoq, di atas konsensusnya 2.8%qoq.

Market View: 

Tekanan pada pasar keuangan masih berlanjut. Pelemahan terjadi di pasar saham, pasar obligasi, dan juga nilai tukar Rupiah. Tekanan terjadi menyusul sepinya sentimen positif dan posisi wait and see dari investor. Perdagangan pasar juga berlangsung relatif sepi.

Kenaikan inflasi dikhawatirkan pasar akan menghambat stimulus perekonomian. Kekhawatiran pasar masih pada sumber pertumbuhan ekonomi ke depan. Pasar masih akan terus mencermati perkembangan data penjualan bulanan dari semen, kendaraan dan juga perdagangan eceran. Namun demikian, data terbaru dari indeks kepercayaan konsumen mulai membaik.

Perkembangan dari pemangku kebijakan seperti pemerintah dan Bank Indonesia masih ditunggu pasar. Pasar mengharapkan makin banyak proyek infrastruktur dilaksanakan. Memang dari data tender proyek departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus membaik. Pasar kembali menunggu eksekusi di lapangannya.

Kondisi El Nino, yang mana memperkirakan terjadinya curah hujan yang lebih rendah, diumumkan oleh Australia dan Amerika Serikat. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai dengan akhir tahun. Hal ini mengkhawatirkan, karena bisa memicu inflasi lebih lanjut, namun di lain pihak akan memberikan harga komoditas yang lebih baik untuk produsen di Indonesia.

IHSG diperdagangkan 16.0x P/E ratio untuk tahun 2015, sedikit lebih tinggi sejalan dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 15.6.x. Analis telah menurunkan prediksinya untuk pertumbuhan laba rata-rata perusahaan di Indonesia yang tercatat di bursa. 

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

08 Juni 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER