Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 8 Oktober 2018

Ulasan Pasar 8 Oktober 2018

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan bulan September Nonfarm payroll  hanya bertambah 134.000 di bawah estimasi 185.000. Namun tingkat pengangguran menyentuh level 3.7%  terendah sejak 48 tahun terakhir.
  • Inflasi bulan September akan dirilis tanggal 11 Oktober diprediksi meningkat 0.2% mom sama dengan bulan sebelumnya
  • Dalam pidatonya, gubernur the Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa perekonomian AS akan positif didukung oleh rendahnya tingkat pengangguran dan inflasi. Untuk mencegah kondisi overheating kenaikan suku bunga acuan akan dilakukan secara bertahap.

Zona Asia

  • Bank  Sentral China  mengeluarkan  kebijakan ekonomi terbaru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan reserve requirement perbankan.

Zona Indonesia

  • Cadangan devisa bulan September sesuai prediksi kembali menurun menjadi US$ 114.85  miliar vs US$117.9 miliar bulan Agustus.

Gambar Weekly 8 Okt 2018

  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan bahwa CAD dapat menyentuh 3% atas PDB di tahun 2018. Ekspektasi kenaikan CAD ini merupakan salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah dan berdampak negatif atas pasar modal Indonesia.
  • Pemerintah bersama Bank Indonesia dan OJK akan mengeluarkan kebijakan baru tampaknya akan fokus terkait insentif untuk meningkatkan nilai ekspor. Kebijakan terbaru ini diharapkan dapat mengurangi gejolak ekonomi global.

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu  IHSG di tutup melemah 4.1% WoW ke level 5,732 didorong oleh kenaikan harga minyak dunia sehingga mendorong kekhawatiran para investor akan semakin memburuknya CAD Indonesia. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  156.6  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.84milyar). Pada minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami penurunan kecuali sektor pertambangan yang naik sebesar 0,61% WoW. Delapan sektor lainnya mengalami penurunan dimana sektor industry dasar menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam , turun sebesar 8.9% WoW .

Pada tanggal 05 Oktober 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 8.22%, 8.34%, 8.47% dan 8.78%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.60% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 3.23% (dibandingkan dengan posisi per 28 September 2018 yaitu 4,39% dan 3,06%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 141.42bps. Rupiah ditutup melemah 5.22%  WoW pada level 15.183

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 03 Oktober 2018 tercatat sebesar IDR 856.16 Triliun atau  sebesar 37.12% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 28 September 2018 yaitu sebesar IDR 850.85 Triliun (36.89% dari total outstanding-nya).

Setelah sepekan lalu pasar modal Indonesia mengalami koreksi cukup dalam, pada pekan ini potensi mengalami technical rebound. Secara fundamental, sentimen regional cukup positif setelah bank sentral China fokus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan reserve requirement. Data penjualan retail di bulan September yang diprediksi membaik serta program insentif untuk peningkatan ekspor yang akan dirilis  dalam waktu dekat diharapkan dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian reksa dana saham karena pada bulan ini emiten-emiten akan merilis kinerja kuartal III sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.732 8,34 4,60 3,23  15.183

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
2,88  -0,18  5,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

08 Oktober 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER