Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 9 Februari 2016

Ulasan Pasar 9 Februari 2016

Bank Sentral Cina telah menginjeksi dana lebih dari USD105 Miliar ke sistem perbankan untuk menjaga likuiditas pada hari raya imlek. Kedepannya, PBoC akan terus menaikkan frekuensi cash injections ke pasar sampai 19 Februari, dengan tetap menjaga nilai tukar mata uang RMB. BoJ menerapkan kebijakan suku bunga -0.1% dengan alasan yaitu: kenaikan Yen yang sudah sangat tinggi, agar mendorong perusahaan di Jepang menaikkan upah, menghindari efek negatif penurunan harga minyak dan melemahnya ekonomi Cina disaat ekonomi Jepang yang sedang membaik.

Stanley Fischer, Fed's Vice Chairman, mengakui bahwa saat ini kekhawatiran atas perkembangan ekonomi global meningkat sehingga menjadikan Fed lebih berhati-hati untuk menentukan kenaikan suku bunga selanjutnya. Data Non Farm Payroll yang dirilis menunjukkan pertumbuhan sebesar 151k vs. ekspektasi sebesar 190k. Di samping itu, tingkat penggangguran turun ke level 4.9% dari ekspektasi 5.0%, menunjukkan peningkatan lapangan kerja domestik. 

market watch 08Feb2016

Rendahnya harga minyak, tingkat suku bunga, dan peningkatan pengeluaran konsumen mendorong peningkatan perekonomian di 4Q di negara-negara eropa, diantaranya adalah Prancis yang tumbuh 1.1%YoY, ini pertumbuhan tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Selain itu, tingkat penggangguran turun menjadi 20,9% (level terendah sejak 2011) dan inflasi Januari di Spanyol naik menjadi 0,4%YoY.

Pertumbuhan PDB Indonesia tumbuh di atas ekspektasi 5,04%YoY (konsensus: 4,8%) di 4Q15, melaju dari 4,74% di 3Q15. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap stabil di 4,92%YoY (3Q15: 4,95%). Disisi lain, ekspor Indonesia dari barang dan jasa turun 5 kuartal berturut-turut di -6,44%YoY di 4Q15 (3Q15: -0,6%). Data cadangan devisa menunjukkan penurunan sebesar USD3.8 Miliar ke level USD102 Miliar di bulan Januari.

Market View:

Selama seminggu terakhir, baik pasar uang maupun pasar modal domestik mengalami penguatan yang tajam, terutama didukung oleh data PDB di 4Q yang melebihi ekspektasi. Hal ini juga menunjukkan bahwa terjadinya akselerasi di investasi dan pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur, dan tentunya, ini akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap pemerintah. 

Untuk pasar saham, IHSG ditutup pada level 4,799 (+3.98%WoW) yang merupakan pencapaian tertinggi di tahun 2016. Untuk performa secara sektor, penguatan terbesar terjadi pada sektor konsumsi (+6.45%WoW), diikuti sektor perdagangan & jasa, dan keuangan, yang masing-masing naik sebesar 4.56%WoW. Asing juga tercatat melakukan pembelian bersih senilai USD200,8 Juta selama sepekan terakhir.  Ini menjadi minggu kedua asing melakukan pembelian bersih di tahun 2016 sehingga total net inflow untuk pasar saham mencapai USD35,2 Juta dari awal tahun.

Di samping itu, pasar obligasi yang sudah naik dari awal tahun kembali mencatatkan penguatan. Yield obligasi mengalami penurunan di semua tenor dikarenakan sentimen positif yang berasal dari data pertumbuhan GDP Indonesia. Untuk SUN 10 tahun, yield turun ke level 7.98%. Sedangkan untuk INDON 10 tahun, yield bergerak turun ke level 4.51% seiring dengan penurunan US Treasury ke level 1.85% per akhir minggu lalu.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 3 Februari 2016 tercatat sebesar Rp586.38 Triliun atau sebesar 39.48% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 29 Januari 2016 yaitu sebesar Rp578.31 Triliun (38.93% dari total outstanding-nya).

Untuk mata uang Rupiah juga tercatat menguat 1.11%WoW terhadap USD.

Walaupun perkembangan global akan terus menghantui negara-negara berkembang, tapi pasar domestik kita cenderung lebih stabil dikarenakan fundamental ekonomi kita yang lebih kuat. Hal ini terbukti dari penguatan baik pasar uang maupun modal yang berada di atas emerging economies lainnya. Untuk katalis dari dalam negeri waktu dekat ini seperti laporan keuangan 4Q15, arah kebijakan suku bunga BI, dan perkembangan Tax Amnesty.

Selamat berinvestasi!

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

09 Februari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER