Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 9 Juli 2018

Ulasan Pasar 9 Juli 2018

Zona Amerika

  • Hasil notulansi pertemuan the Fed bulan Juni telah dirilis, pemangku kebijakan menyetujui untuk menaikkan suku bunga secara regular (arahan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali di semester II-2018). Pejabat the Fed juga menyebutkan bahwa isu perang dagang semakin mengkuatirkan.
  • AS telah efektif menaikkan tarif impor sebesar 25% atas impor China senilai US$ 34 miliar, pihak China menjamin akan melakukan aksi balasan dengan menerapkan tarif impor sebesar 25% atas produk impor AS. Dalam dua pekan mendatang, pihak AS akan kembali mengenakan tarif impor yang baru atas impor produk China senilai US$ 13 miliar, secara total ditargetkan produk impor China senilai US$ 500 miliar akan dikenakan tarif impor yang baru.
  • Data ketenagakerjaan kerja bulan Juni telah dirilis, non-farm payroll  tercatat bertambah 213.000 vs bulan sebelumnya 223.000. Tingkat pengangguran bulan Juni tdi atas ekspekstasi 4% vs estimasi 3.8%

Zona Asia

  • Inflasi China bulan Juni akan dirilis tanggal 10 Juli yang diprediksi meningkat dari 1.8% YoY (Mei) menjadi 1.9% YoY (Juni).

Zona Indonesia

  • Tingkat kepercayaan konsumen bulan Juni akan dirilis tanggal 9 Juli, pada bulan Mei indeks kepercayaan berada di level 125.1
  • Selain China, pihak Indonesia juga mendapatkan ancaman perang dagang dari AS akibat sepanjang tahun 2017 Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan AS sebesar US$ 9.59 miliar. Ada sekitar 124 produk ekspor Indonesia yang di review karena selama ini mendapatkan fasilitas bebas bea masuk oleh Amerika Serikat.
  • Bank Indonesia memproyeksi bahwa CAD dikuartal II akan menyentuh level 2.5% terhadap GDP namun masih di bawah level 3%.
  • Cadangan devisa bulan Juni 2018 kembali menurun tercatat sebesar USD 119.8 miliar vs USD 122.9 miliar bulan Mei. Meski terjadi penurunan level ini masih di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan Impor.

Gambar Weekly 9 Juli 2018

Baca juga:

Market View:

Efektifnya kenaikan tarif impor atas produk impor China oleh Amerika Serikat serta peringatan Amerika Serikat  atas produk ekspor Indonesia yang selama ini mendapat fasilitas bebas bea masuk telah membuat IHSG tertekan selama sepekan sebesar 1.8% atau ditutup di level 5.695. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  92.3  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.7 milyar). Pada minggu lalu, tujuh sektor mencatatkan pelemahan dan dua sektor mengalamin kenaikan. Sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan yang paling tinggi sebesar 0.4% WoW. Di lain sisi, sektor industri dasar menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 6.6% WoW.

Pada tanggal 6  Juli 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 7.46%, 7.57%, 8.05% dan 8.05%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.44% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2.82% (dibandingkan dengan posisi per 29 Juni 2018 yaitu 4,46% dan 2,86%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 137bps. Rupiah ditutup melemah -0.28% WoW pada level 14.375.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 5 Juli 2018 tercatat sebesar IDR 829.78 Triliun atau sebesar 37.78% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 29 Juni 2018 yaitu sebesar IDR 830.17 Triliun (37.58% dari total outstanding-nya).

Isu perang dagang antara AS dengan China masih akan terus mewarnai pergerakan pasar modal Indonesia, perang dagang juga akan dialami oleh Indonesia karena pemerintah Amerika Serikat mungkin akan menghentikan fasilitas bebas bea masuk atas beberapa produk ekspor Indonesia yang masuk ke wilayahnya. Data domestik berupa kinerja emiten kuartal II-2108 serta dirilisnya indeks kepercayan konsumen diharapkan dapat memberikan efek positif bagi pasar modal Indonesia khususnya saham.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.695 7,57 4,44 2,82  14.375

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,23  0,21  5,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

09 Juli 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER