Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 9 Mei 2016

Ulasan Pasar 9 Mei 2016

Non farm payroll Amerika Serikat hanya bertambah sebanyak 160.000 di bulan April (di bawah ekspektasi penambahan sebesar 200.000). Sedangkan tingkat pengangguran berada di level 5% (sesuai ekspektasi). Nonfarm payroll yang lemah selama 7 bulan terakhir, berdampak pada penurunan estimasi kenaikan suku bunga di bulan Juni. 

Baca juga:

Markit Eurozone Composite Purchasing Managers Index (PMI) di bulan April inline dengan estimasi konsensus yaitu di level 53. Sedangkan Markit Eurozone Services PMI di bulan April sedikit dibawah ekspektasi yaitu di level 53.1 (vs 53.2 estimasi). Data ini mengkonfirmasi bahwa stimulus yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa telah membantu pemulihan perekonomian di zona ini (level di atas 50 artinya kondisi ekonomi Eropa masih dalam kondisi ekspansi).

Caixin PMI Manufaktur Tiongkok di bulan April (fokus terhadap perusahaan menengah dan kecil) masih mengalami kontraksi yaitu berada di level 49.4 (vs estimasi 49.8). Sedangkan Manufacturing PMI (fokus terhadap perusahaan besar) di bulan April masih dalam kondisi ekspansi di level 50.1 (meski berada di bawah ekspektasi 50.3) Hasil yang cenderung mixed ini, menunjukkan bahwa perekonomian Tiongkok masih berusaha untuk pulih.

reksadana danareksa ulasan pasar 9 mei 2016

Neraca perdagangan Tiongkok di bulan April kembali mengalami surplus sebesar US$45.56 miliar (melebihi ekspektasi US$ 40 miliar), surplus ini disebabkan oleh penurunan impor sebesar 10.9% (tahunan) dan ekspor hanya turun 1.8% (tahunan). Inflasi bulan April (dirilis tanggal 10 Mei) diprediksi akan tumbuh sebesar 2.3% secara tahunan (vs 2.3% secara tahunan di bulan Maret).

Perekonomian Indonesia hanya tumbuh sebesar 4.92% (secara tahunan) di kuartal 1 2016, lebih tinggi dibandingkan kuartal 1 2015 yang tumbuh sebesar 4.73% namun lebih rendah dari ekspektasi sebesar 5.07%.

Data yang akan dirilis dalam seminggu ini adalah :

- Cadangan devisa Indonesia di bulan April (dirilis tanggal 10 Mei).

- Current account balance Indonesia kuartal 1 2016 (dirilis tanggal 13 Mei)

Market View : 

Selama seminggu lalu IHSG ditutup di level 4.822 melemah sebesar 0.33% (pelemahan ini juga dialami oleh bursa regional), namun tetap mencatatkan return positif secara year to date sebesar 5%. Sentimen global maupun domestik relatif negatif selama sepekan lalu. Dari global kekhawatiran bahwa perekonomian Tiongkok masih melambat tercermin dari data manufaktur Tiongkok yang masih dalam kondisi kontraksi sedangkan dari domestik disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2016 yang hanya tumbuh sebesar 4.92% di bawah ekspektasi 5.07%.

Hampir seluruh sektor IHSG mengalami penurunan pada minggu lalu. Hanya dua sektor yang mencatat return positif selama seminggu ini yaitu sektor konsumsi dan keuangan masing-masing sebesar 1.48% dan 0.01%. Sedangkan sektor pertambangan mencatat penurunan yang terbesar sebesar 2.29% selama seminggu terakhir. Pihak asing kembali melakukan net sell sebesar US$114 juta lebih sedikit dibandingkan net sell pekan sebelumnya sebesar US$ 147 juta, namun secara year to date asing masih tercatat melakukan inflow sebesar US$ 223 juta.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun tercatat pada 7.69%. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Q1 2016 yang berada dibawah ekspektasi (4,92% vs consensus 5,07% dan 5,04% pada Q4 2015) membawa sentimen negatif pada pasar. Adapun pertumbuhan dibawah perkiraan ini diantaranya disebabkan oleh pengeluaran pemerintah yang belum optimal. Sentimen negatif juga berasal dari melemahnya Rupiah yang ditutup pada level 13,261 per US Dollar, melemah -0.34% dibandingkan minggu lalu.

Untuk yield INDON 10 tahun (INDON 26) bergerak naik ke level 3.99% sedangkan yield US Treasury 10 tahun bergerak turun di level 1.80% (dibandingkan dengan posisi per 22 April 2016 yaitu 3.93% dan 1.83%). Sementara itu , premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun bergerak cenderung flat di  level 191 bps.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 3 Mei 2016 tercatat sebesar Rp625.18 Triliun atau sebesar 38.81% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 20 April 2016 yaitu sebesar Rp624.95 triliun (38.78% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini, kondisi global maupun domestik cenderung positif yang dapat mendukung pergerakan pasar saham maupun obligasi. Risiko dari global cenderung mengalami penurunan yang disebabkan antara lain harapan bahwa kenaikan suku bunga AS tidak dilakukan dalam waktu dekat (didukung oleh melemahnya data nonfarm payroll), serta ekspektasi stabilnya harga minyak dunia (didorong oleh pergantian menteri perminyakan di Arab Saudi menimbulkan spekulasi atas adanya perubahan kebijakan untuk menaikkan harga minyak dunia dan kebakaran hutan di Kanada yang berdampak pada pengurangan supply minyak). Dari domestik, data current account dan cadangan devisa akan dirilis dalam pekan ini. Serta di bulan Mei ini, diekspektasikan pemeringkat rating S&P akan me-review pandangan mereka untuk surat utang negara. Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga diekspektasikan akan mulai melakukan pembahasan UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty).

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 4.822 7.69  3.99  1.80  13.261

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) BI Rate (%)
 3.60  -0.45  6.75

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
09 Mei 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER