Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 9 November 2015

Ulasan Pasar 9 November 2015

Data ketenagakerjaan yang akan dirilis hari Jumat membuka peluang kenaikan The Fed Rate yang akan dilakukan pada FOMC meeting bulan Desember ini. Nonfarm payrolls bulan Oktober mengalami kenaikan sebesar 271.000 vs penambahan 142.000 di bulan September. Tingkat pengangguran di bulan Oktober sesuai ekspektasi di level 5% vs 5.1% di bulan September.

MW 3 nOV2015

Ekonomi Indonesia pada kuartal III tumbuh 4.73%yoy, lebih tinggi dari kuartal II sebesar 4.67% dan kuartal I sebesar 4.72%. Namun pencapaian ini di bawah estimasi BI dan Kementerian Keuangan yang menyebutkan bahwa perekonomian di kuartal III dapat mencapai 4.85%. Menko Perekonomian mengharapkan di kuartal IV, PDB dapat tumbuh sebesar 4.9% yang didorong oleh pengeluaran pemerintah dan investasi. Pertambahan investasi sampai dengan September hanya sekitar 4%, dan dengan adanya deregulasi, diharapkan kepercayaan dari investor akan kembali meningkat dan berpengaruh pada investasi.

Pemerintah kembali mengeluarkan paket stimulus VI yang berfokus pada investasi dengan memberikan insentif, seperti tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk serta PPnBM di daerah kawasan ekonomi khusus. Selain fiskal, terdapat pula insentif non-fiskal, seperti kebijakan penggunaan properti bagi tenaga kerja negara asing, mempermudah pengurusan visa di keimigrasian serta percepatan perizinan.  Selain itu, dalam stimulus terakhir ini, izin ekspor impor untuk makanan dan obat akan dipermudah dengan menggunakan sistem online sehingga dapat mempersingkat waktu.

Pemerintah China memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina tidak akan kurang dari 6.5% pada 5 tahun ke depan. Untuk mencapai pertumbuhan minimal 6.5% maka Cina harus meningkatkan rata-rata pendapatan masyarakat dua kali lipat, berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memangkas suku bunga acuan sebanyak enam kali, serta akan menggenjot  infrastruktur dan menggeser ekonomi dari manufaktur tradisional ke konsumsi.

Market View:

Selain dari faktor global, pergerakan pasar modal dan uang pada minggu lalu dipengaruhi oleh beberapa faktor domestik, seperti data PDB kuartal ke III yang tumbuh di bawah ekspektasi (4.73%yoy vs. 4.85% (estimasi)), deflasi (-0.08%) yang menjadi bahan spekulasi pasar untuk penurunan suku bunga BI, dan stimulus ke VI pemerintah yang pro-investasi. Data cadangan devisa juga keluar pada akhir pekan lalu di mana tercatat penurunan sebesar ±USD1 miliar menjadi USD100.7 miliar per akhir Oktober.

Untuk pasar saham, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 2.5%wow, terutama terdorong oleh kenaikan di sektor-sektor besar seperti finansial (+2.9%wow) dan konsumsi (+2.1%wow). Sebaliknya, sektor yang mengalami penurunan seperti sektor perdagangan dan jasa (-1.0%wow) dan perkebunan (-0.5%wow). Arus dana asing pada pasar saham tercatat keluar sebesar USD12.3 juta.

Untuk pasar obligasi, imbal hasil (yield) cenderung turun seiring penguatan mata uang Rupiah. Yield benchmark SUN 10 tahun tercatat pada level 8.58%. Sementara itu, imbal hasil untuk obligasi berdenominasi USD (INDON) 10 tahun, juga mengalami penurunan dan berada di level 2.33% seiring menurunnya angka CDS ke level 212 (-5.4%wow). Kepemilikan dana asing pada pasar SUN juga tercatat mengalami kenaikan sebesar ±IDR 2.3 triliun per tanggal 5 November 2015 dibandingkan penutupan pada akhir minggu sebelumnya, menjadi Rp531 triliun atau sebesar 37.3% dari total outstanding-nya. Sebagai tambahan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) secara neto, telah mencapai IDR313.5 triliun atau 102.04% dari target APBNP.

Dengan data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang berada di atas ekspektasi, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember semakin terbuka lebar. Ini tentunya akan menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar modal dan uang Indonesia. Kami berharap data-data yang menjadi indikator ekonomi domestik yang akan dikeluarkan pada minggu ini seperti penjualan otomotif roda dua dan empat, dan data ekspor impor (neraca perdagangan) bisa terjadi kenaikan, dan diharapkan dapat menopang sentimen-sentimen dari eksternal.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

09 Nopember 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER