Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 9 September 2019

Ulasan Pasar 9 September 2019

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan bulan Agustus telah dirilis, nonfarm payroll hanya bertambah 130.000 di bawah prediksi 159.000. Tingkat pengangguran tetap berada di level 3.7%.

  • Inflasi bulan Agustus akan dirilis tanggal 12 September yang diprediksi tumbuh 1.8% yoy sama dengan bulan Juli.

  • Penjualan retail bulan Agustus akan dirilis tanggal 13 September diprediksi meningkat 0.2% mom vs 0.7% mom bulan Juli.

  • Gubernur the Fed meyakinkan bahwa kebijakan moneter yang ditempuh akan mendukung pertumbuhan ekonomi AS. Pasar memprediksi bahwa akan terjadi penurunan suku bunga acuan pada pertemuan tanggal 17-18 September.

Zona Eropa

  • Bank sentral Eropa akan mengadakan pertemuan tanggal 12 September, pasar memprediksi bahwa program quantitative easing akan diluncurkan karena perekonomian global yang melemah.

Zona China

  • Diluar ekspektasi, neraca perdagangan bulan Agustus hanya tercatat surplus sebesar US$ 34.83 miliar vs US$ 44.56 miliar bulan Juli.

Zona Indonesia

  • Inflasi bulan Agustus meningkat 0.12% mom di bawah prediksi 0.31% mom.

  • Tingkat kepercayaan konsumen bulan Agustus menurun berada di level 123.1 namun angka di atas 100 masih menunjukkan rasa tingkat kepercayaan yang tinggi dari konsumen.

  • Cadangan devisa bulan Agustus meningkat US$ 126.4 miliar vs US$ 124.8 miliar bulan Juli, peningkatan ini memberikan prediksi bahwa penurunan suku bunga acuan masih dapat dilakukan oleh Bank Indonesia.

Market View:

Minggu lalu IHSG ditutup turun 0,31% WoW di level  6308.95, isu perang dagang yang kembali memanas setelah AS kembali menaikkan tarif atas produk impor China tampaknya mendominasi pelemahan IHSG pekan lalu. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 126.2 juta selama sepekan (inflow YTD: USD  4,05 milyar). Pada minggu lalu, empat sektor mencatatkan penguatan yaitu sektor pertambangan,industri dasar,perdagangan, dan aneka industri masing-masing sebesar 4.95%,2.79%,1.95%,dan 0.52% wow.

Pada tanggal 6 September 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), SUN 10 tahun (FR0078), 15 tahun (FR0068) dan SUN 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 6,73%, 7,31%, 7,75% dan 7,84%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 29), yield bergerak naik  ke level 2.76% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 1.56% (dibandingkan dengan posisi per 30 Agustus 2019 yaitu 2,75% dan 1.50%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 79.1 bps. Rupiah ditutup menguat 0.68% WoW pada level 14.101.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 4 September 2019 tercatat sebesar  IDR 1011.21 Tn atau sebesar 38,51% dari total outstandingnya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  30 Agustus 2019 yaitu sebesar IDR 1009,6 Tn (38,45% dari total outstanding-nya).

Di luar isu perang dagang AS-China yang kembali memanas, situasi global cukup kondusif saat ini, AS akan memasuki fase dovish karena the Fed telah menurunkan suku bunga acuan. Begitupun dengan zona Eropa yang akan memberikan stimulus untuk menggerakkan perekonomiannya. Indonesia juga mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Kami menyarankan untuk melakukan averaging down bila terjadi koreksi karena kondisi perekonomian yang akan membaik di kuartal III dan IV.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.308 7.31 2.76 1.56

 14.101

Economic Data

Indonesia Trade Balance Jul (USD) Indonesian Export Jun (%YoY) Indonesian Import Jul(%)
-0.06 Miliar  -5.12 -15.21

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

09 September 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER